Banjir Di Wonosari, Jadikan PEMBELAJARAN Yang Berharga

banjirDengar kabar dan baca di beberapa informasi sosial media, bahwa Gunungkidul banjir, ada tanda tanya besar dalam benak saya; Gunungkidul bagian mana yang banjir, karena mayoritas daerah di Gunungkidul adalah bukit batu, yang ketika hujan lebat terjadi air begitu cepat meresap kedalam tanah; adaikata banjir terjadi-pun sangat-sangat kecil kemungkinan air akan menggenang dalam waktu lebih dari 1 jam apalagi mencapai ketinggian diatas 50 cm; Namun ini nyata dan benar bahwa Gunungkidul banjir sebuah peristiwa yang cukup menggelitik saya, MENGAPA bisa terjadi banjir di Gunungkidul .. ?? Dan khususnya di Dusun Rejosari, Baleharjo, Gadungsari, Wonosari dan kawasan usaha Jl Baron, aliran deras dengan ketinggian mencapai 40-80 centimeter (source).  Dengan ketinggian air yang hampir mencapai 1 meter tentunya harus menjadi perhatian yang serius; baik dari pemerintah ataupun masyarakat sendiri, apakah ada yang salah dalam pengelolaan dan tata ruang wilayah-nya, ataukah adanya pergeseran perilaku masyarakat yang menyimpang dari aturan dan hukum alam; Jika dilihat dari kondisi alam bahwa Gunungkidul banjir itu merupakan hal yang sangat mustahil, karena merupakan dataran tinggi dan kondisi tanah berbatu, disisi lain ada banyak lubang (luweng) yang bisa menjadi alternatif bagi air untuk terus berjalan menuju sungai-sungai bawah tanah sehingga ketika hujan lebat terjadi air akan cepat terserap, hal ini jika kondisi alam masih normal, tidak teraniaya oleh pembangunan yang kurang berpihak pada sisi-sisi humanis dari alam itu sendiri. Jika memang demikian maka tentunya Pemerintah Daerah sendiri harus meninjau kembali kebijakan-kebijakan dalam hal pembangunan fisik terutama untuk daerah-daerah yang terkena dampak banjir tersebut, dalam kebijakan tata ruang kota harus mulai menentukan bagaimana drainase di buat.

Banjir GK5 Baniir GK2 Banjir GK Banjir GK3 Banjir GK4

Kenyataannya bahwa banjir tersebut terjadi karena meluapnya air dari sungai Besole, jika air sungai meluap karena memang sudah tidak mampu menampung debit air ketika terjadi hujan yang deras, bisa dikarenakan pendangkalan sungai, yang disebabtkan banyak hal, namun itu semua sebenarnya kembali kepada mayarakat juga, pendangkalan sungai itu terjadi lebih disebabkan karena perubahan perilaku masyarakat yang cenderung tidak bersahabat dengan lingkungan sekitarnya. Hal sepele yang bisa menjadi sebab kejadian yang luar biasa; Disadari atau tidak, disengaja atau tidak perilaku masyarakat dalam membuang sampah sudah makin mengenaskan, tidak ada lagi kesadaran dalam membuang sampah pada tempat-tempat yang telah ditentukan, hal ini menjadi salah satu pemicu pendangkalan sungai yang lambat laun akan berdampak pada masyarakat itu sendiri dan ironisnya jika terjadi banjir masyarakat tidak merasa bersalah, akan tetapi kepada pemerintah mereka mencoba ber-opini untuk berharap bantuan dalam mengatasi banjir yang sudah terjadi.

Jika sudah begini, maka hal ini bisa menjadi pembelajaran yang berharga bagi kita bersama untuk kembali pada budaya yang santun dalam memperlakukan alam dan sekitarnya, karena ketika kita bersahabat dengan alam, semoga amin ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s