Mari Kita Jual Gunung Gambar .., Lur ..

Gunung Gambar1Memiliki potensi baik produk, jasa, budaya, wisata dan sumber daya lainnya, jika tidak memiliki dan mampu menjual maka hanya akan menjadi potensi dan tidak memberikan hasil apapun, baik bagi masyarakat ataupun wilayah tersebut.  Demikian halnya dengan Ngawen, salah satu Kecamatan yang merupakan bagian dari Wilayaha Kabupaten Gunungkidul dan berada di ujung Utara, memiliki beragam potensi yang masih belum di garap dengan optimal. Dan hingga kini potensi-potensi tersebut, seakan nyenyak pulas dalam tidur-nya, mungkin beberapa sudah mulai memasarkan dengan gencar akan produk dan potensi yang dimiliki, namun jika dilihat dari perkembangan yang ada ketika pulang kampung, kurang begitu terasa greget warga masyarakat Kecamatan Ngawen untuk memoles dan mengkonsep serta mengelola pemasaran produk jasa, potensi seni, potensi wisata dengan baik dan militan. Terkesan hanya menunggu bahwa suatu saat akan ada yang datang.  Itu  iya .. namun kapan datangnya dan berapa banyak yang datang, akan seperti keadaan sekarang ini.  LALU APA YANG HARUS KITA LAKUKAN .. ??.

Gunung Gambar 2Sebuah pertanyaan .. ?? yang semestinya kita jawab bersama, dengan konsekwensi bersama dan demi tujuan hidup bersama untuk kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ngawen secara menyeluruh, tidak hanya daerah tertentu, wilayah tertentu bahkan orang-orang tertentu.  Banyak orang-orang pinter dengan semangat luar biasa ini sebuah potensi yang terkadang jarang atau bahkan tidak dilibatkan dan tidak mau terlibat dalam membangun tanah kelahiran. Yah .. hal seperti ini memang perlu kesadaran yang luar biasa.  Kita mulai dari PEMUDA, Karang Taruna, Organisasi Kemasyaratan yang berada di Kecamatan Ngawen.  Bentuk sebuah organisasi kepemudaan yang pengurus dan anggotanya di ambilkan dari perwakilan masing-masing Desa di Seluruh Kecamatan Ngawen (ini harus) dengan porsi yang sama dan berimbang.  Beri kepercayaan dan tanggungjawab pada anak-anak muda untuk berekspresi, mewujudkan kreasi dan tetap terus di motivasi oleh Desa masing-masing yang tentunya di support sepenuhnya oleh Pemerintah Kecamatan.  Jadikan anak-anak muda sebagai ujung tombak dalam menjual Gunung Gambar dan potensi-potensi lain yang ada di Kecamatan Ngawen.

Ambil contoh Bakpia Patuk yang sudah begitu membumi dan memilik pasar yang baik, dan hampir setiap wisatawan yang datang ke Yogyakarta pasti mencarinya, namun produsen Bakpia masih menggunakan tenaga-tenaga marketing yang handal yaitu tukang becak dan itupun tidak ada biaya-nya, kenapa Gunung Gambar tidak seperti itu. Mungkin karena kita malu Gunung Gambar saja kok di jual… ??, masih banyak potensi lain yang bisa kita mix (kita padukan) untuk dijual bersama-sama. Coba kita berjalan keselatan, bagaimana rekan-rekan di wilayah Karangmojo menjual GOA PINDUL, sampai ke Wilayah Kecamatan Ngawen juga. Jika ada komunikasi antara pemerintah kecamatan dan antar Karang Taruna di masing-masing kecamatan maka bukan hal sulit untuk segera mewujudkan Ngawen menjadi salah satu tujuan wisata yang pantas untuk menjadi pilihan dan bukan sekedar alternatif.

Jika kita lihat komposisi wilayah dimana terdiri dari 6 Desa dan 66 Pedukuhan, maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk dijakdikan modal awal dalam konsep pemasaran Ngawen menjadi tujuan wisata sejarah, yaitu :

  1. Desa Watusigar meliputi 7 padukuhan yaitu :Tapansari, Sambirejo, Cikal, Munggur, Buyutan, Ngimbang dan Ngampon.
  2. Desa Beji  meliputi 13 padukuhan yaitu : Bejono, Tegalrejo, Daguran Kidul, Tungkluk, Ngelo Lor, Daguran Lor, Serut, Grojogan, Banaran, Beji, Duren, Bendo, Ngelo Kidul.
  3. Desa Kampung meliputi 15 padukuhan yaitu : Tempuran Kulon, Batusari, Tempuran Wetan, Kepil, Suru, Kampung kidul, Pagerjurang, Ngawen, Kampung lor, Gunung gambar,Gantiwarno, Gelaran, Gudang, Kaliwaru, Candi.
  4. Desa Jurangjero meliputi 8 padukuhan, yaitu : Kaliwuluh, Nologaten, Purworejo, Jambu, Kranggan, Jurangjero, Wonosari, Gambarsari
  5. Desa Sambirejo meliputi 7 padukuhan yaitu : Sambeng I, Sambeng II, Sambeng III, Sambeng IV, Sambeng V, Jentir, Tobong
  6. Desa Tancep meliputi 8 padukuhan, yaitu : Wonongso, Bundelan, Mundon, Tancep, Jono, Sendangrejo, Bantengwareng, Sumberan

Hanya satu hal yang diperlukan, kesadaran semua komponen untuk membangun dan memajukan Ngawen tercinta, entah yang di rantau ataupun yang ada di Ngawen sendiri, siapa yang harus memulai kalau TIDAK KITA, mari dulur bergandeng tangan bersatu pada demi peningkatan taraf hidup kita.

12 thoughts on “Mari Kita Jual Gunung Gambar .., Lur ..

  1. Watusigar ada 12 padukuhan,1Tapansari 2 sambirejo, 3 randusari . 4 cikal, 5 dungmas. 6 munggur, 7 buyutan, 8 ngimbang,9 ngampon. 10 sabrang. 11kepek. 12 watusigar . Potensi di desa : sungai oyo yg membelah desa hampir sama luas , punthuk tapan sebagai penyangga GG petilasan ponco tirto , bendungan cekdam, kerajinan anyaman bambu, sentra mete,pertanian agro,

  2. ya yg penging jangan hanya omongan lho coalya aku juga mendukung aku asli wong cikal lho he he tak tunggu kepastianmu dan janjimu lho.

    • Itu pasti .. dan ini bukan janji (dari saya) akan tetapi sebuah ajakan untuk ikut merasa memiliki, dan juga ikut berpartisipasi, tidak akan ada artinya jika hanya satu arah dalam menyikapi hal ini, akan tetapi harus dua arah .. ada kebijakan dari pemerintah setempat dan juga ada tindakan nyata dari masyarakat untuk mau berubah pola pikir dan tingkah laku terhadap sebuah perubahan …

    • hahahahahha … tolong dibaca tulisan dengan gamblang; kita jual gunung gambar adalah sebuah ajakan untuk memasarkan gunung gambar ke masyarakat luar, agar gunung gambar di kenal, agar gunung gambar di lirik baik wisatawan ataupun investor, sehingga dengan maskin dikenalnya gunung gambar maka secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian di Ngawen .. begitu .. lha kalau gunung gambar di jual terus duite di bagi .. lha Gunung Gambar itu punyanya siapa .. kok mau di jual .. jadi pahami kontekss tulisan dengan gamblang ..

      • “Mari Kita Jual Gunung Gambar” dari kata-katanya tampak menarik sekali sebagai ajakan untuk menarik minat orang berdatangan mengunjungi Gunung Gambar yang saat ini katanya lagi giat dikembangkan (akan) sebagai daerah tujuan wisata. Namun demikian dengan melihat kondisi masyarakat Ngawen yang tingkat ketahanan (betah) tinggal dan mau mengembangkan desanya sendiri, kok rasanya ini memerlukan perjuangan yang sangat berat. Sebagai gambaran marilah kita lihat di setiap dusun pasti penghuni/wargamya sudah menyusut dibandingkan jaman dahulu sekitar 60 atau 70-an, artinya jumlah penduduknya (jiwa maupun kk) telah menyusut dibandingkan tahun-tahun dulu. Pada setiap dusun pasti ada somah (rumah dan pekarangkan) yang telah hilang/punah/tidak ada lagi. Setelah orang tua meninggal, di keluarga/somah itu sudah tidak ada penerusnya lagi karena semua anak/keturunannya telah telah pergi merantau dan tinggal di tempat lain. Kalau demikian halnya kok saya khawatir kalu ajakan “Mari Kta Jual Gunung Gambar” yang terjadi bukan orang berdatangan mengunjungi Gunung Gambar, akan tetapi malah orang datan untuk membeli Gumung Gambar secara fisik, bukan potensi saja, Sebagaimana kita lihat bahwa Gunung Gambar, dimuali dari Pager Jurang naik sampai Puncak Sumilir adalah bertupa batu kapur yang tak terbatas jumlahnya. Jangan jangan investor datang ke Gunung Gambar Ngawen untuk membelu gunung kapur tersebnut untuk dibangun Pabrik semen, dan masyarakat akan terusur dari tempat tinggalnya. Mudah-mudahan kekhawatirasn ini tidak terjadi.

      • Menjual Gunung Gambar disini adalah potensi yang dihasilkan; terutama dari sisi wisata dan budaya; kalo mau menjual Gunung Gambar secara fisik, apakah bisa … karena sekarang Gunung Gambar adalah “Kawasan Cagar Budaya” yang telah ditetapkan oleh Propinsi DIY sehingga pelestariannya harus di jaga. Dan Pegunungan Gunung Gambar adalah merupakan Pegunungan Batur Agung yang merupakan deretan pegunungan prasejarah; jika ada yang punya niat menjual dari sisi wilayah .. tentu akan ada sanksi undang-undang karena termasuk menjual kawasan cagar budaya; dan perlu diketahui saat ini Gunung Gambar sudah mulai dibangun untuk bisa mewujudkan Gunung Gambar sebagai tempat wisata budaya dan religi

  3. Jaman aku cilik tahun 70an gunung gambar adalah tempat mencari rumput dan ramene setahun pisan pas nyadranan, mulo yen poro sedulur terutama sing podo ono perantauan yen pingin neng gunung gambar ojo lali ajak-ajak koncone terutama yang dari luar daerah agar dapat memperkenalkan gunung gambar.

    • dengan adanya pembangunan dan dijadikannya Gunung Gambar sebagai Wisata Budaya, semoga menjadikan gunung gambar makin eksis, dan tentunya dibutuhkan kesadaran dari kita untuk terus mempromosikan Gunung Gambar ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s