Strategi Perang Wejangan Dari Rakyat Biasa

Perang GerilyaStrategi Perang Pangeran Sambernyawa tidak perlu di ragukan lagi, banyak cerita yang menyebutkan bagaimana beliau berhasil menghadapi Belanda waktu itu, namun dari sekian banyak strategi-strategi perang yang beliau terapkan dalam menghadapi Belanda, ada sepenggal kisah, dimana salah satu strategi perang yang beliau terapkan adalah dari hasil petuah masyarakat biasa, yang berhasil beliau terjemahkan dan beliau terapkan dalam menghadapi Belanda waktu itu. Seorang pemimpin yang rendah hati, beliau tidak segan untuk mendengar dan menerapkan apa yang diutarakan oleh warga masyarakat jika itu di rasakan sangat masuk akal dan bisa diterapkan, jiwa kepemimpinan yang begitu merakyat.

Alkisah di sebuah gubuk di perkampungan kecil, seorang Pangeran singgah untuk beristirahat. Kedekatannya dengan rakyat, membuat ia tak segan makan jenang katul (bubur bekatul) yang dihidangkan oleh Mbok Rondo penghuni gubuk itu. Sementara, ratusan tentara kompeni mulai menyebar dan mengepung setiap sudut kampung tempat Pangeran itu singgah. Ketika jenang katul masih panas, Sang Pangeran menyendoknya tepat di bagian tengah lalu memakannya, tentu saja terasa sangat panas..! “Duh pangeran kalau makan jenang katul itu jangan langsung di tengah, tapi dari pinggir dulu terus muter, jadi pas sampai tengah kan sudah dingin, “kata Mbok Rondo. Pangeran tertegun, ia terus merenungi perkataan Mbok Rondo. Sementara, tentara kompeni semakin banyak yang mengepung kampung itu. Sang Pangeran pun bergegas meninggalkan gubuk, dengan pedang saktinya ia bergerak keluar dari kampung itu, untuk kemudian membabat habis tentara kompeni dengan arah melingkar seperti yang dianjurkan oleh Mbok Rondo sewaktu makan jenang katul. Ternyata Pangeran bukan cuma sakti, tetapi juga cerdas. Ia tanggap pada setiap perkataan yang bermakna tanpa melihat siapa yang mengatakan. Walaupun, perkataan itu dari seorang rakyat miskin seperti Mbok Rondo. Tapi Pangeran mampu menjadikannya sebuah strategi perang yang andal. Kesaktian dan kepiawaian dalam berperang membuat lawan semakin gentar, ia selalu menjatuhkan banyak korban sehingga ia dijuluki Pangeran Sambernyawa. (sumber).

Jika di pahami adalah sebuah konsep yang sangat sederhana, akan tetapi akan menjadikan hasil yang luar biasa ketika mampu diterjemahkan dan diterapkan dengan baik dalam kerangkan berpikir yang cerdas. Disinilah letak bagaimana kedewasaan dan kebijaksanaan orang pilihan, berwatak kesatria.  Semoga pemimpin di Kecamatan Ngawen khususnya dan Kabupaten Gunungkidul pada umumnya senantiasa meneladani sifat-sifat kepemimpinan beliau. Aminn

Sumber Gambar

2 thoughts on “Strategi Perang Wejangan Dari Rakyat Biasa

    • Yang berebut kekuasaan adalah beliau-beliau yang ada di Kasunanan “Keraton Surakarta Hadiningrat” .. sedangkan yang di Mangkunegaran .. adem ayem tidak pernah ada perebutan kekuasaan hingga saat ini; sedangkan tokoh di sini adalah Pangeran Sambernyowo aka Mangkunegaran I, pendiri Pura Mangkunegaran …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s