Lapangan Bola, Pasar Malam dan Kearifan Bersama

405691_2700163940212_845498935_nLapangan Sepakbola, ketika membaca dan mendengar tentang kata tersebut yang ada dalam angan kita dan benak kita adalah sebuah hamparan luas yang hijau dengan ukuran :

  1. Panjang lapangan sepak bola minimal 90m dan maksimal 120m.
  2. Lebar lapangan sepak bola minimal 45m dan maksimal 90m.
  3. Ada dua buah gawang saling berhadapan

Yang difungsikan untuk bermain sepakbola,  atau untuk kegiatan olah raga lainnya, sebuah ruang publik yang di peruntukkan bagi masyarakat untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang tentunya tidak merusak kondisi lapangan tersebut, yang tentunya juag tetap mengedepankan kenyamanan dan kepentingan bersama. Hampir disetiap pelosok tanah air di setiap desa/kelurahan memiliki satu lapangan bola, namun terkadang perawatan dan fungsionalitasnya yang jauh dari harapan.  Kecamatan Ngawen memiliki satu buah Lapangan Bola kebanggaan yang kebetulan terletak di Desa Kampung, karena kondisi lapangannya yang berada di pusat Ibukota Kecamatan dengan ukuran yang representatif, cuma untuk dikembangkan lagi sudah tidak memungkinkan karena sudah begitu dekat jaraknya dengan jalan Kabupaten tidak ada ruang untuk pelebaran.  Sewaktu saya kecil dulu lapangan ini begitu bagus, dengan rumput yang tertata rapi struktur tanah yang rata sehingga enak dan nyaman untuk bermain bola, sesekali untuk kegiatan lain seperti, pemutaran film layar lebar (misbar), upacara hari besar, sholat ied dan sarana olahraga bagi sekolah-sekolah di sekitar lapangan tersebut.

Namun beberapa warsa terakhir ketika pulang kampung melihat kondisi lapangan tidak makin baik, akan tetapi makin rusak, rumput tidak terawat, banyak lubang disana sini dan jika untuk bermain sudah tidak nyaman lagi, beberapa kali secara kebetulan waktu pulang kampung lapangan bola ini dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan diluar aktifitas olah raga yang berpotensi untuk merusak kondisi lapangan, untuk kegiatan perkemahaman yang harus membuat lubang di sana-sini, untuk kegiatan pasar malam dan sebagainya. Hal ini sudah barang tentu harus kembali dipertimbangkan akan dampaknya terhadap lapangan jika ingin dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan tersebut.

Untuk menjaga kondisi lapangan agar tetap bagus dan nyaman di pergunakan memang harus ada konsekuensi bersama untuk merawat dan memeliharanya adanya sinkronisasi antara aparat pemerintahan terutama desa dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama bertanggungjawab terhadap kondisi lapangan adalah sebuah keharusan.  Ada kabar bahwa Lapangan Sepakbola Desa Kampung ini akan dipergunakan untuk PASAR MALAM, tidak salah memang tanah lapang ini dipergunakan untuk kegiatan PASAR MALAM karena ini tanah lapang dan milik dari pemerintah desa. Akan menjadi tidak pas jika menengok akan fungsi lapangan itu sendiri sebagai sarana olah raga.  Karena resiko lapangan menjadi rusak untuk merekondisi lagi memerlukan dana dan waktu yang tidak sedikit. Karena kegiatan pasar malam saya yakin tidak cukup waktu 1 hingga 2 hari, lebih pasti minimal 1 minggu hingga 1 bulan bahkan bisa menjadi lebih. Semakin lama pasar malam di laksanakan potensi kerusakan terhadap kondisi lapangan juga makin besar.

Yang mungkin perlu dipertimbangkan kembali adalah “apakah sebanding kontribusi yang diberikan dari pelaksana PASAR MALAM dengan tingkat kerusakan yang ditimbulkan”, akan menjadi tidak bijaksana ketika menyewakan lapangan untuk PASAR MALAM dan kontribusinya dipergunakan untuk membenahi lapangan itu sendiri, sama halnya dengan “lapangan dirusak dulu baru di betulkan“.  Untuk membenahi lapangan mungkin bisa dengan jalan lain, dan untuk mendapatkan pemasukan bagi pendapatan desa atau kecamatan atau siapalah bisa kok melaksanakan PASAR MALAM dilokasi lain yang lebih representatif.  Di Area Parkir Pasar Gudang misalnya, tentunya akan jauh lebih nyaman disana, karena selama ini area parkir tersebut juga tidak begitu optimal bisa di manfaatkan, karena angkutan desa lebih banyak parkir di depan Kantor Kecamatan Ngawen.  Dengan menggunakan lokasi area parkir Pasar Gudang tentunya akan bisa diperoleh banyak manfaat bagi pemerintah desa dan masyarakat :

  1. Lapangan  Bola tidak menjadi rusak karena PASAR MALAM di tempatkan di Area Parkir Pasar;
  2. Kegiatan pendidikan tidak akan terganggu oleh hiruk pikuk PASAR MALAM (kebetulan lapangan bola dekat area sekolah);
  3. Selain pendapatan dari menyewakan area parkir, akan ada tambahan pemasukan dari Karcis Tanda Masuk PASAR MALAM hal ini sangat mungkin dilakukan karena area parkir bisa ditutup dengan biaya yang tidak terlalu besar;
  4. Area Parkir pengunjung yang lebih representatif;
  5. Waktu pelaksanaan PASAR MALAM bisa lebih lama.

Beberapa kemungkinan-kemungkinan diatas semoga bisa menjadi pertimbangan untuk memikirkan kembali tentang pelaksanaan PASAR MALAM di Lapangan Bola.  Sudah barang tentu kepentingan umum dan masyarakat jauh lebih diutamakan dalam menentukan sebuah kebijakan.

Demikian tulisan ini hanya sebuah wacana dan tidak ada maksud apapun, hanya sebuah ketulusan agar Lapangan Bola Kebanggaan kita bisa tetap terjaga dan terawat dengan baik, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s