Konsep Wisata di Gunung Gambar Ngawen Gunungkidul bag 1

gunung-gambar-18Dengan telah ramainya informasi yang diterima masyarakat bahwa Gunung Gambar akan dibangun menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang diandalkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul, tentu di sambut dengan antusias oleh warga masyarakat Kecamatan Ngawen, sudah tergambar jelas dalam angan-angan mereka bahwa nantinya Ngawen akan menjadi ramai oleh kunjungan wisatawan, dengan sedikit keyakinan bahwa suatu saat nanti akan meningkatkan taraf hidup dan akan terjamin dari sisi ekonomi-nya. Harapan itu tentu bukan sebuah “pepesan kosong”, jika ada komitmen yang tinggi dari pemerintah setempat. Yang tentunya harus didukung adanya sinergi yang handal antara Warga Masyarakat (kaum muda, tetua) dan pemerintah setempat, tanpa adanya sinergi tersebut tidak akan mungkin hal ini terwujud.Anggaran sebesar Rp. 200 M; untuk mengembangkan Gunung Gambar adalah sebuah anggaran yang besar, jika tidak tepat pada sasaran hanya akan menjadi sebuah bangunan yang kurang memberikan dampak ekonomis secara signifikan bagi masyarakat sekitar, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh pemerintah dalam upaya mengembangkan Gunung Gambar tersebut; karena Gunung Gambar merupakan wajah dan nilai-nilai bagi masyarakat Ngawen, ada sebuah semangat dan budaya yang telah menjadi ciri khas masyarakat Ngawen dan ini yang tidak boleh hilang ketika pengembangan Gunung Gambar ini benar-benar terjadi; beberapa hal yang perlu di pahami dan diperhatikan adalah bawah :

  1. Gunung Gambar adalah salah satu tempat yang memiliki makna sejarah tersendiri bagi berdirinya sebuah kerajaan yaitu “Mangkunegaran”;
  2. Gunung Gambar tidak bisa terlepas dari sosok seorang Pahlawan Nasional yaitu Pangeran Samber Nyawa – Raja Mangkunegaran yang pertama;
  3. Gunung Gambar adalah tempat yang memiliki makna bagi perjuangan sebuah bangsa dan negara arti sebuah perlawanan terhadap penindasan dan penjajahan.
  4. Gunung Gambar memiliki makna budaya relegius tradisional yang tidak dapat di hilangkan dari keberadaannya.

Menurut saya minimal ada empat hal tersebut yang tidak boleh dan tidak bisa dilepaskan dari konsep pembangunan Gunung Gambar, adanya sentuhan-sentuhan modernisasi wisata harus tetap memperhatikan empat yang tersebut, sehingga Gunung Gambar tetap menjadi Gunung Gambar dengan berjuta-juta potensi dan harapan bagi peningkatan taraf hidup masyaraka Ngawen. Lalu seperti apakah wajah Gunung Gambar yang akan di kembangkan menjadi wisata budaya tersebut, sudah barang tentu masyarakat-pun masih berandai-andai dan berangan-angan, akan seperti apa Gunung Gambar kedepan.  Sebenarnya sebuah konsep sederhana dengan mengembangkan potensi-potensi sekitar untuk di tata dengan manajemen yang baik, akan menjadikan Gunung Gambar sebuah obyek wisata yang luar biasa; untuk tahap awal adalah tersedianya kebutuhan yang layak sebagai tempat wisata bagi Gunung Gambar, antara lain :

  1. Ketersediaan air bersih secara berkesinambungan lengkap dengan MCK;
  2. Sarana Ibadah bagi semua umat beragama yang ada (masjid/musola, wihara, Pure, Gereja) sehingga semua umat beragama mendapatkan kesempatan beribadah yang sama disana;
  3. Ketersediaan Lahan Parkir yang representatif;
  4. Keterdukungan sarana transportasi;
  5. Dibentuk rumah singgah (bukan penginapan dan/atau hotel) hal ini untuk tetap menjadi originalitas budaya dan masyarakat dari pengaruh-pengaruh modernisasi yang kebablasan;
  6. Disediakan ruang dan/atau bangunan semacam gedung teater atau rumah kesenian; sehingga akan ada ruang dan tempat bagi masyarakat dan pelaku budaya untuk menampilkan karya-karyanya di Gunung Gambar atau semacam museum Pangeran Sambernyawa.
  7. Yang paling penting lagi adalah adanya “KEJELASAN PENGELOLAAN” yang transparan; dengan melipatkan seluruh warga masyarakat di sekitar Gunung Gambar, minimal terdiri dari 3 Desa (Beji, Kampung, Jurangjero).

Jika kebutuhan minimal tersebut sudah terpenuhi, maka menjadi tugas bersama dan inilah bentuk sinergi nyata dari pemerintah dan masyarakat sekitar untuk mendukung keberhasilan dari pengembangan wisata budaya Gunung Gambar, menimal setiap dusun yang berada di wilayah Kecamatan Ngawen memiliki potensi industri, budaya, kerajinan yang terus di kembangkan dan di berikan ruang untuk terus berkarya, dengan menyediakan ruang untuk memasarkan di sepanjang jalan menuju Gunung Gambar tentunya akan menjadikan warna tersendiri bagi arti sebuah perjalanan wisata budaya; Karena jangan sampai mengembangkan Gunung Gambar akan tetapi mematikan potensi masyarakat yang nantinya akan berimbas pada “masyarakat yang terjajajah oleh Investor atau pemodal” yang itu bukan warga masyarakat itu sendiri. Lalu apa gunanya jika Gunung Gambar di bangun menjadi obyek wisata budaya namun masyarakat secara ekonomi tidak mengalami peningkatan dan tidak memiliki kebanggaan terhadap daerahnya karena yang bermain adalah “Pemilik Modal besar”.

Ada beberapa potensi yang bisa dijadikan paket wisata di Ngawen yang hingga saat ini belum tersentuh sama sekali dan ini sangat disayangkan jika tidak segera dapat di kelola, adanya BATIK TULIS di Desa Tancep, adanya Kesenian Rinding Gubeng di Desa Beji, adanya Kerajinan Grabah di Desa Jurangjero, adanya Kerajinan Caping di Desa Kampung, belum lagi industri-industri rumah tangga yang belum mendapatkan pembinaan serius dalam hal produksi, pemasaran dan pengelolaan manajemen dari pemerintah setempat dan tentunya masih ada beberapa potensi-potensi lainnya.

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, terima kasih

5 thoughts on “Konsep Wisata di Gunung Gambar Ngawen Gunungkidul bag 1

  1. Ping-balik: Konsep Wisata di Gunung Gambar Kec Ngawen Gunungkidul bag. 2 | Ngawen GEKA Site

  2. Kalau memang Gunung Gambar akan dijadikan suatu suatu kawasan wisata, yang sudah barang tentu harus menjadi satu paket dengan wisata hutan WonoSadi. Sungguhpun sampai sekarang belum ditemukan hubungan langsung antara GnGambar dan WnSadi namun seyogyanya memang haruslah pengembangannya menjadi satu paket Wisata Gunung Gambar ~ Wono Sadi. Selanjutnya kegiatan seni dan budaya setempat sebagai pendukung paket wisata harus digali dan dikembangkan. Beberapa kesenian tradisional yang selama ini telah punah (hampir) harus dihidupkan lagi. Di era 50 atau 60 an hampir di tiap dusun (dukuh) pasti ada grup tari/seni yang terbentuk dan berkembang dengan kondisi sesuai perkembangan dinamika masyarakat (politik) pada saat itu. Berbagai jenis seni pada saat itu, seperti kerawitan sebagai pengiring kesenian Wayang Orang (wireng), Ketoprak, Dagelan, Reog (jathilan), Ludruk, dan Langen Driyan, serta kesenian yang beraliran relijius keagamaan seperti Laras Madyo atau Terbangan, maupun Pedhalangan. Memang pada saat itu di Kec Ngawen belum ada yang namanya grup band mapun keroncong apalagu orkes dangdut atau campur sari, yang ada juga Keroncong Bambu peralatannya sederhana dibuat dari ruas bambu sbg bas, suling bambu sbg melodi, jun/klenthing sbg gendang dan ada kecek dari kelapa diisi biji lamtoro dan tidak ketinggalan kentongan kecil.

    • Lha Wonosadi malah sudah duluan “menjadi” Hutan Wisata … coba baca disini ; .. untuk kesenian dan sebagainya tidak sekedar program namun diperlukan sinergi yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah setempat; harus ada komitmen antar kades di wilayah kecamatan Ngawen, sehingga paket wisata benar-benar bisa terlaksana… karena dari 6 desa telah memiliki potensi yang luar biasa; masing-masing punya hal yang bisa di jual untuk memanjakan wisatawan .. tinggal di packing yang bagus ..; banyak orang pinter di Ngawen; dan harusnya mereka bisa memberikan sumbang saran dan pemikiran untuk kemanujuan tanah kelahirannya … semoga ini tidak sekedar harapan saya atau angan-angan kosong .. tapi sebuah komitment bersama ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s