Nyadran Harus Terus di Lestarikan

64Nyadran gunung gambarRibuan warga Desa Kampung dan Desa Jurangjero Kecamatan Ngawen, Gunungkidul menggelar tradisi upacara adat Nyadran di Gunung Gambar, Ngawen, Gunungkidul, Senin (1/7/2013). Ritual tahunan itu dilaksanakan sebagai pewujudan rasa syukur terhadap Tuhan YME atas kesejahteraan yang diterima masyarakat desa tersebut selama ini. Kegiatan ini di hadiri oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul, Kepala Desa Kampung Suparno, Kepala Desa Jurangjero Yuniarti, Camat Ngawen Edi Basuki, juru kunci Gunung Gambar dan keluarga besar Mangku Negaran Puser Tridarma Surakarta Hadiningrat serta masyarakat luas. Tradisi upacara adat Nyadran di awali dengan arak-arakan gunungan dari kaki Gunung Gambar oleh masyarakat yang di pimpin langsung oleh Kepala Desa Kampung, Suparno dan juru kunci, Podo Winarno. Gunungan yang dibawa dibuat dari hasil bumi seperti ketela, jagung, dan berbagai sayur mayur yang di dapat dari hasil tanaman warga.

Arak-arakan Gunungan diiringi berbagai kesenian dibawa dengan jarak kurang lebih 1 km mulai dari kaki gunung  dan berakhir di balai pertemuan di sebelah barat Gunung Gambar. Beberapa anak muda memainkan kesenian reog sebagai tanda ritual tersebut dimulai.

Kepala Desa Kampung Suparno mengatakan, ritual adat Nyadaran adalah suatu wujud pelestarian budaya adat adiluhung yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Ritual ini juga merupakan media pemersatu warga masyarakat Kampung pada khususnya dan Kecamatan Ngawen pada umunya.

“Kita libatkan semua warga lima belas padukuhan yang ada di Desa Kampung. Melalui ritual ini saya berharap kerukunan, keselarasan dan kebahagiaan senantiasa dapat tercipta di tengah masyarakat kami,” katanya.

Sebelum ritual dilanjutkan ke dua petilasan yang ada di atas Gunung Gambar. Berbagai macam uborampe yang terdiri dari banyak jenis makanan maupun sesajen di serahkan oleh Radenmas Ngabei Satarno Diprojo yang merupakan wakil dari Mangku Negaran Surakarta Hadiningrat kepada Juru Kunci Gunung Gambar untuk dibawa ke dua petilasan tersebut. Kemudian setelah itu, semua persyaratan tersebut di bawa ke dua petilasan yang ada di atas Gunung Gambar. Masyarakat setempat  menyakini  dua petilasan tersebut merupakan petilasan Ki Ageng Gading Mas dari Kerajaan Majapahit dan Petilasan Pangeran Samber Nyowo atau yang dikenal dengan Raden Mas Said, Raja Pertama Mangkunegara

Sumber : http://sorotgunungkidul.com/berita-gunungkidul-1694-nyadran-upacara-adat-perwujudan-syukur-warga-ngawen.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s