Ngawen Pernah Menjadi Bagian 2 Kerajaan dan 2 Propinsi

Kecamatan Ngawen Gunungkidul Yogyakarta itu sebutan sekarang, sebutan setelah Kecamatan Ngawen di tetapkan sebagai bagian dari Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena dulu Kecamatan Ngawen pernah menjadi bagian dari Mangkunegaran, Ngawen merupakan daerah Istimewa karena merupakan negara bagian dalam negara lain, hingga terbitnya UU No. 5 Tahun 1957 yang menetapkan Enklave Ngawen sebagai bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti pada Peta disamping Kecamatan Ngawen merupakan daerah Enklave (bagian sebuah negara/daerah yang di kelilingi oleh daerah/negara lain). Jika dalam kondisi saat ini maka Ngawen mirip dengan :

  • Republik San Marino, dikelilingi oleh Italia
  • Vatikan, dikelilingi oleh kota Roma, Italia
  • Kerajaan Lesotho, dikelilingi oleh Afrika Selatan. (source),

ketiga negara ini berdaulat dan tidak di pengaruhi oleh negara-negara yang mengelilinginya, sedangkan untuk Wilayah Enklave Historis di Indonesia adalah :

  • Imogiri
  • Kota Gede
  • Ngawen (source)

Dari Peta di atas sangat kelihatan bagaimana dan seperti apa Imogiri, Kotagede dan Ngawen sehingga tidak sekedar menjadi daerah Eksklave tapi Enklave, dimana arti dari dua sebutan diatas adalah sebagai berikut ” Enklave atau daerah kantong adalah negara/bagian negara yang dikelilingi oleh wilayah suatu negara lain. Eksklave dapat muncul pada tingkat subnasional ketika sebuah subdivisi muncul di luar divisi induk. Kata “enklave” (enclave) berasal dari kata Perancis, lingua franca kosakata bidang diplomasi, yang aslinya berasal dari kata Latin inclavatus (artinya ‘terkurung, terkunci’). Kata tersebut menjadi jargon diplomasi bahasa Inggris pada 1868. Sedangkan kata “eksklave” (exclave) merupakan perluasan kata yang logis yang diciptakan tiga abad kemudian. Enklave bisa pula timbul karena berbagai alasan sejarah, politis atau geografis. Beberapa wilayah ditinggalkan saja menjadi enklave akibat perubahan aliran sungai. (source).

Ngawen yang merupakan sebuah daerah Enklave mengalami beberapa kali perubahan status wilayah dari masa-masa Kerajaan, Penjajah hingga terakhir adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun apapun dan seperti apapun perkembangan status wilayah Kecamatan Ngawen tetap bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, tunduk dan berdaulat di bawah kendali dan kebijakan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, bagaimana perkembangan Ngawen sebagai sebuah wilayah yang istimewa Ngawen pernah menjadi bagian dari Kerajaan Mangkunegaran, Kerajanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan pada Peta resmi pertama Belanda yang memuat Wilayah Administrasi Ngawen 1857. Algemeene atlas van Nederlandsch Indiedapat dapat di lihat batas wilayah Ngawen menunjukkan warna garis batas yang sama dengan Surakarta dan Jogjakarta, dan seperti apa perkembangan Wilayah Ngawen, dapat di lihat sebagaimana berikut ini :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, terkhusus untuk Dimas Dharwida Siswantoro matur suwun, data-data dan informasinya.

One thought on “Ngawen Pernah Menjadi Bagian 2 Kerajaan dan 2 Propinsi

  1. Ping-balik: Silsilah Leluhur Masyarakat Kec. Ngawen Gunungkidul | Ngawen GEKA Site

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s