Dedemit Gunung Kidul ..?? Meresahkan Warga Masyarakat

Gunungkidul, adalah sebuah kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, begitu terkenal dengan budaya rinding gubeng, wayang beber, rasulan dan juga ke-khasan makananya tiwul dan belalang, belum lagi eksotisme pantai-pantai di Gunungkidul, gua-gua kabur yang menyimpa berjuta keindahan sunga di bawah laut-nya, Gunung Api Purba, serta beragam potensi ekonomi yang begitu beragam, unik dan sangat menarik untuk ditawarkan kepada investor. Akan tetapi kenyataan diatas terusik begitu saya dapatkan inbox di buku pesan Facebook, saya yang kurang lebih bunyi-nya begini :

(Foward dari admin “xxxxxxxxx”), film Dedemit gunung kidul akan launcing besuk siang di RM depan smp 2 wonosari,  beberapa komunitas online Gunungkidul akan memboikot film ini terkait penggunaan Gunung Kidul yang dirangkaikan dengan Dedemit sebagai judul film karena dianggap memperburuk citra gunung kidul yang selama ini susah payah kita bangun bersama, mengajak segenap komunitas gunung kidul untuk bersama-sama dalam aksi.  Sebenarnya sebuah ajakan dan himbauan yang tidak berlebihan, jika hanya didasarkan dari judul tentunya akan memunculkan konotasi negatif tentang sebuah daerah yang bernama Gunungkidul, dan notebene itu adalah nama salah satu Kabupaten di Wilayah Daerah Istimnewa Yogyakarta.

Walau dari cerita seperti yang saya kutip dari (source), kurang lebih seperti dibawah ini :

Dari balik pegunungan beku, Dedemit mengincar nyawamu

Kisah berawal dari keluarga Rodney (45 tahun), pengusaha yang mempunyai dua anak, Vicky (26) dan Jane (25). Rodney berhutang besar pada gembong Mafia kaya-raya, Mark (35), yang berpenampilan pengusaha bertangan dingin. Rodney tak sanggup membayar hutang yang membelit karena bunga-berbunga terus! Mark meminta jaminan, seorang puterinya mesti dijadikan isterinya. Mau tak mau Rodney menyetujui dan menyerahkan Vicky yang memang menyukai Mark. Sebelum menikah, Mark mengajak Vicky berlibur mendaki Gunung Kidul. Malang, tersiar berita di televisi bahwa mayat Vicky ditemukan, diduga sebagai korban Gunung Kidul. Jane sangat sedih. Rodney pun shock demi mengetahui Vicky tewas. Timbul ide gila Rodney untuk menyerahkan Jane pada Mark agar hubungan bisnis mereka tetap lancar. Berbagai penglihatan dialami Jane. Hidupnya menjadi kacau karena tak bisa menolak perintah ayahnya. Jane mulai mimpi buruk

Jane pun menikah. Malam pertama dilewati, anehnya Mark tak menyentuh mempelainya sedikit pun, bahkan tak pulang karena ada urusan mendadak. Jane pindah ke rumah Mark. Semuanya mewah, namun beberapa barang diselimuti kain putih. Ketika dibuka, persis seperti penglihatannya dulu lampu kristal, lonceng perunggu di depan pintu kolam renang, dan kursi goyang. Jane tak sempat memeriksa lebih jauh karena ajudan merangkap bodyguard Mark, yaitu Peter (30) mengawasi dengan bengis. Hari demi hari Jane tetap tak disentuh Mark. Ketika Fabio berkunjung, Jane menceritakan semuanya

Misteri mengerikan mulai terkuak…. Benarkah Vicky tewas di lereng Gunung Kidul? Adakah rahasia hitam yang disembunyikan Mark? Dari manakah sumber kekayaannya yang tak halal itu? Kenapa Dedemit Gunung Kidul mulai mengincar ?

Sayangnya belum ada trailer film-nya, dan sinopsis yang disajikan-pun belum mampu memberikan gambaran yang jelas alur cerita, serta setting cerita yang ingin ditawarkan; terkesan begitu garing cerita film ini, dan tidak ada sebuah gambaran atau setting sedikit-pun yang menampilkan potensi serta ke-unikan daerah Gunungkidul sebagai sebuah daerah yang pantas untuk di banggakan dari sisi positif.  Namun masih menurut informasi apakah memang shotting film dilaksanakan di daerah Gunungkidul Yogyakarta, jika ia didaerah mana hingga saya menulis ini belum bisa mendapatkan informasi dengan jelas.

Sehingga ajakan dari rekan-rekan untuk melakukan sebuah gerakan untuk  memboikit dan memprotes penggunaan Gunungkidul yang melekat pada judul Film “Dedemit Gunung Kidul”, tentunya masih diperlukan pengkajian ulang lagi secara mendalam, apakah memang Gunung Kidul yang dimaksudkan sama dengan Kabupaten Gunungkidul ,  dan memang benar kita selama ini secara bersama-sama membangun sebuah image dan citra yang baik tentang daerah tercinta Gunungkidul. Namun sudah barang tentu produsen, sutradara dan pemain tidak mutlak disalahkan, tentunya Pemerintah Daerah Tingkat II Kab Gunungkidul telah memberikan memberikan ijin untuk shooting film tersebut di wilayah Kab. Gununkidul. Kearifan dan Kebijakan pemangku jabatan yang tidak peka terhadap pergeseran budaya diaerah. Semoga rekan-rekan juga mampu berpikir bijaksana, realitistis sehingga niatan boikot atau gerakan apapun terhadap film tersebut mampu memberikan dampak positif.

Demikian sobat tulisan ini, semoga berrmanfaat terima kasih.

 

6 thoughts on “Dedemit Gunung Kidul ..?? Meresahkan Warga Masyarakat

    • semoga mereka menggunakan judul dengan sebuah pertimbangan yang bijaksana.. sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat

    • he..he.h.e, cuma bisa berharap para insan film, produser dan sebagainya lebih bijaksana .. sehingga pesan moral untuk anak bangsa tetap bisa disampaikan lewat film

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s