Ajaran

Pangeran Sambernyawa dalam perjuangannya dan pemberontakannya terhadap Belanda waktu itu selalu memberikan motivasi kepada prajuritnya, selalu memberikan semangat tempur yang luar biasa, sehingga pasukan Pangeran Sambernyawa selalu disegani dan di takuti oleh Belanda, Gunung Gambar Kecamatan Ngawen sebagai salah satu tempat untuk mengatur strategi pertempuran dan juga tempat untuk menyepi bagi beliau. Pada Prajuritnya beliau selalu menanamkan Tri Dharma untuk bekal dalam pertempuran dan kehidupan, adapun Tri Dharma itu adalah :

Tri Dharma

Rumangsa melu handarbeni
Wajib ikut memiliki

Waji melu hangopeni
Merasa ikut dipertahankan

Mulat sarira hangrasa wani
Setelah mawas diri, merasa berani untuk berbuat

Selain Tri Dharma diatas untuk menghadapi pertempuran dengan Belanda dan juga menjalani kehidupan bermasyarakat Pangeran Sambernyawa selalu memberikan pendidikan Moral dan Mental pada prajuritnya, yaitu :

1.  Samakaton

2. Adisana

3. Adirasa

4. Mangadeg

5. Vaandel (tombak)

6. Kerangka tambur

Yang mengadung maksud sebagai berikut Samakaton artinya, kesemua hal dapat terlihat apabila manusia mau datang menyepi ditempat yang indah.  Adisana artinya tempat yang indah, apabila manusia berani laku menyepi di tempat yang indah itu akan mendapatkan rasa yang indah pula yang akhirnya menimbulkan kemurnian dihati nuraninya. Adirasa artinya rasa yang indah. Dalam hal 1, 2, 3 tersebut diatas kenyataannya apabila manusia sanggup berdiri (mangadeg – mendirikan Imannya) kepada Yang Maha Kuasa seperti tegaknya vaandel tersebut. Tombak atau Vaandel simbol kejayaan apabila ditambahkan dengan rasa suci, sunyi, kosong, kang Hamengku Hana (ada) yang dinisbatkan dengan : Kerangka tambur digunung Mangadeg.

Demikian semoga bermanfaat, dan terima kasih.

Source : Dari berbagai sumber

4 thoughts on “Ajaran

  1. Budaya di ngawen beda dengan daerah DIY umumny, karena Ngawen dulu masuk kekuasaan Praja Mangkunegaran dimana tgl 1 Sept 45 Mangkunegara VIII menyatakan bergabung dengan NKRI dan Daerah kekuasaan Mangkunegaran menjadi daerah Istimewa dalam NKRI . Jadi tidak termasuk DIY, oleh karena itu Ngawen yang lebih luas dari Kota Yogya harusnya bisa jadi Kabupaten Istimewa didalam DIY dengan Bupati dijabat trah Mangkunegaran.

    • h..he.h.e apa ini terinspirasi dari dari polemik RUUK DIY mas… wkwkwk.. kalo itu sumonggo saja, cuma kekuasaan Mangkunegaran yang menjadi Daerah Istimewa dalam NKRI hanya ngawen toch… yang include di DIY secara konteks kebangsaan dan bukan kraton-nya… karena secara budaya masyarakat ngawen masih mengikuti Mangkunegaran mas dari pada Kasultanan, karena secara emosional lebih dekat ke Mangkunagaran-nya, hanya saja selama ini juga perhatian untuk Ngawen dari Mangkunegaran juga kurang toch…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s