Ternyata di Kecamatan Ngawen Ada 3 Situs Lho..

Peninggalan sejarah akan memiliki arti dan nuasa tersendiri bagi sebuah daerah, bisa menjadikan kebanggan sebuah daerah jika ternyata wilayah tersebut menjadi bagian dari sebuah sejarah berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.  Dari sejarah itu pula kita mengenal dan mengetahui sebuah paradaban. Demikian halnya dengan Kecamatan Ngawen, mungkin banyak yang belum tahu atau kurang mengetahui bahwa ternyata di Kecamatan Ngawen ada 3 situs.

Situs itu sendiri adalah sebuah bangunan peninggalan dari jaman dahulu yang menerangkan tentang sebuah kejadian atau kegiatan atau tatanan masyarakat yang ada di suatu daerah atau kawasan. Dan untuk situs-situs yang ada di Kecamatan Ngawen ini terkesan kurang terawat atau diperhatikan oleh masyarakat sekitar atau bahkan pemerintah, sehingga banyak yang kurang tahu atau memahamai dimana dan sejauhmana situs itu berarti bagi perkembangan dan sejarah peradaban di Kec. Ngawen. Situs-situs itu adalah :

  1. Situs Watusigar
  2. Situs Gedhangan
  3. Situs Kampung

Konon dari sebuah informasi yang minim sekali, dari ketiga situs itu berupan Candi dan Bebatuan Kuno/Klasik, dari ketiga situs tersebut yang agak samar-samar bisa kita tebak adalah Situs Kampung, dimana untuk Desa Kampung tersebut ada satu dusun bernama Candi, kemungkinan besar keberadaan situs itu di dusun tersebut, namun secara persis letaknya dimana saya sendiri juga kurang paham, dan untuk Situs Watusigar ini kemungkinan besar berupa batu terbelah sehingga Desa ini kemudian bernama Watusigar (Baca= Batu Belah). Tentunya hal ini masih memerlukan sebuah penelitian dan konservasi yang lebih mendalam dari ahli sejarah. Agar hal tersebut bisa terungkap ke permukaan dan masyarakat mengetahuinya sehingga akhirnya masyarakat dapat ikut melestarikannya, jangan sampai karena ketidaktahuan masyarakat menjadikan kerusakan pada situs-situs tersebut.

Ironisnya di beberapa daerah di Gunungkidul juga banyak sekali situs-situs sejenis namun karena ketidaktahuan dan kurangnya pemahaman masyarakat menjadikan situs tersebut rusak bahkan sulit dikenali lagi oleh masyarakat awam, kebanyakan  situs-situs tersebut kini hanya tinggal reruntuhan. Selain karena terbuat dari batu putih yang kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk material jalan desa, juga dirusak untuk menghilangkan kesan mistis dan angker. Hal ini mungkin juga terjadi di 3 situs yang ada di Kecamatan Ngawen, karena dari kecil belum pernah mendengar adanya situs tersebut.

Demikian semoga tulisan ini ada manfaat-nya, terima kasih dan tentunya informasi tentang situs-situs tersebut dari rekan-rekan sangat diharapkan untuk kelangkapan tulisan ini.

7 thoughts on “Ternyata di Kecamatan Ngawen Ada 3 Situs Lho..

    • nggak bisa lengkap memang karena sumber berita juga tidak banyak mas.. btw kapan-kapan dapat sumber baru pasti aku upload disini kok.. makasih kunjungannya

  1. Hebat ngawen pnya situs sejarah.Selama di Ngawen koq biasa2 ja.Tp trnyata stlah ninggalin kota itu koq bru tau klo trnyata Ngawen pnya potensi bwt dijadikan obyek wisata nasional

    • masih banyak hal yang belum dapat tersampaikan disini tentang ngawen karena keterbatasan penulis… smoga ada pihak-pihak yang peduli dengan perkembangan ngawen sehingga mau memberikan informasi-informasi tentang ngawen… makasih

  2. saya anak watusigar, tepatnya d dusun kepek….
    sy besar di watusigar…tp babar blas ra ngerti sejarahe…..
    capek dwwuuueehhhh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s